Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 24


 

Tetapi jika kamu tidak dapat membuatnya, dan sekali-kali tidak akan dapat membuat-nya, maka takutlah kamu akan Api yang bahan bakarnya[34] manusia[35] dan batu, disediakan untuk orang-orang kafir.


[34] Kata "bahan bakar" dapat diambil dalam arti kiasan dan berarti bahwa siksaan neraka itu disebabkan oleh menyembah berhala. Jadi, berhala-berhala itu bagaikan "bahan bakar" untuk api neraka, karena menjadi sarana untuk menghidupkan api neraka atau, "batu" berarti berhala-berhala yang dipuja orang-orang musyrik sebagai dewa-dewa, maksudnya ialah orang-orang musyrik akan dihinakan dengan menyaksikan sendiri dewa-dewa mereka, dilemparkan ke dalam api.

[35] Kata-kata an-naas (manusia) dan al-hijaarah (batu) dapat pula dianggap menunjukan kepada dua golongan penghuni neraka. An-naas dapat menunjuk kepada orang-orang kafir yang masih mempunyai semacam kecintaan kepada Tuhan dan al-hijaarah (batu), mereka yang di dalam hati mereka sama sekali tidak ada kecintaan kepada Tuhan. Orang-orang semacam itu memang tidak lebih dari batu. Kata Hijaarah itu jamak dari hajar yang berarti batu, karang, emas, dan juga seseorang tanpa tanding yaitu orang besar, pemimpin (Lane).

(Sumber: Al-Quran dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat (Terbitan Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1997), Edisi. III, Juz. 1-10, Hal. 33-34)

0 komentar:

Poskan Komentar