Perkembangan Homeopati

dr. Quin
Pada tahun 1790, ketika dr. Hahnemann menterjemahkan buku "Materia Medica" tentang Kina yang merupakan obat terpilih untuk malaria, dikatakan bahwa penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan gejala seperti malaria. Beliau mulai melakukan percobaan terhadap diri sendiri. Pemakaian dosisi besar kina ternyata menimbulkan gejala seperti demam malaria pada dirinya sendiri. Beliau mulai berpikir bahwa obat-obat lain dalam dosis kecil akan menyembuhkan gejala atau penyakit, sedangkan dalam pemakaian dosis besar justru akan menimbulkan gejala penyakit tersebut. Setelah enam tahun melakukan percobaan sendiri terhadapa 300
macam obat, maka pada tahun 1796 beliau mempublikasiakan bahwa semua obat jika diberikan dalam takaran kecil dapat menyembuhkan gejala atau penyakit itu sendiri, namun dalam takaran besar obat tersebut akan dapat menimbulkan gejala penyakit.
Sejak itu Homeopati mulai dikenal di negara-negara Amerika dan Eropa. Homeopati mulai berkembang di Amerika sejak tahun 1820 oleh dr. Constantine Hering (1800-1880) dan dr. James Tyler Kent (1849-1916). Pada abad ke 19, philosofi dr. Hahnemann tersebar cepat dari Jerman ke Eropa, Asia dan Amerika. Walaupun banyak profesi-profesi medis yang berselisih pendapat tentang ide Hahnemann, tetapi sistem pengobatan Homeopati makin mapan dan berkembang di berbagai negara.
Tahun 1831 terjadi wabah Cholera di Eropa Tengah, Hahnemann memberikan "Camphora" dan memberikan hasil yang memuaskan. Pengikut Hahnemann, dr. Frederick Hervey Foster Qiun, pada tahun 1832 memulai pengobatan Homeopati di London dan mendirikan Rumah Sakit Homeopati pertama di London pada tahun 1849. Dan ketika tahun 1854 wabah Cholera melanda daratan Britinia Raya, dr. Quin membuktikan keberhasilannya menyembuhkan penyakit tersebut dengan Homeopati, sehingga angka kematian di Rumah Sakit yang didirikannya lebih kecil 30% dibandingkan Rumah Sakit lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar