Tafsir Surah Al-Fatihah Ayat 5




Hanya Engkau kami sembah[9] dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan[10]


[9] Ibadah berarti merendahkan diri, penyerahan diri, ketaatan dan berbakti sepenuhnya. Ibadah mengandung pula arti iman kepada Tauhid Ilahi dan pernyataan iman itu dengan perbuatan. Kata itu berarti pula, penerimaan kesan atau cap dari sesuatu. Dalam arti ini ibadah akan berarti, menerima kesan atau cap dari sifat-sifat Ilahi dan meresapkan serta mencerminkan sifat-sifat itu dalam diri sendiri

[10] Kata-kata Hanya Engkau kami sembah telah ditempatkan sebelum kata-kata hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan untuk menunjukan bahwa sesudah orang mengetahui kebesaran sifat-sifat Tuhan, maka dorongan pertama yang timbul dalam hatinya ialah beribadah kepada Dia. Pikiran untuk mohon pertolongan Tuhan, datang sesudah adanya dorongan untuk beribadah. Orang ingin beribadah kepada Tuhan, tetapi ia menyadari bahwa untuk berbuat demikian, ia memerlukan pertolangan Tuhan. Pemakaian bentuk jamak dalam ayat ini mengarahkan perhatian kita kepada dua pokok yang sangat penting:
a.    Bahwa manusia tidak hidup seorang diri di bumi ini, melainkan ia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat sekitarnya. Maka ia hendaknya berusaha jangan berjalan sendiri tetapi harus menarik orang-orang lain juga bersama dia, melangkah di jalan Tuhan.
b.    Bahwa selama manusia tidak mengubah lingkungannya, ia belum aman.

Layak dicatat pula bahwa, Tuhan dalam keempat ayat pertama disebut sebagai orang ketiga tetapi dalam ayat ini tiba-tiba Dia dipanggil dalam bentuk orang kedua. Renungan atas keempat sifat Ilahi itu, membangkitkan dalam diri manusia keinginan yang begitu tak tertahankan untuk dapat melihat Khalik-Nya, dan begitu mendalam serta kuat hasratnya untuk mempersembahkan pengabdian sepenuh hatinya kepada-Nya, sehingga untuk memenuhi hasrat jiwanya itu bentuk orang ketiga yang dipakai pada keempat ayat permulaan, telah diubah menjadi bentuk orang kedua dalam ayat ini.

1 komentar: