Surah Al-Fatihah Bukan al-Quran?

     Banyak orang yang cenderung menganggap bahwa surah Al-Fatihah hanya sebagai pengantar al-Quran semata, padahal hal ini salah besar. Sesungguhnya Al-Fatihah adalah al-Quran dalam bentuk miniatur. Kenapa dikatakan demikian? Karena semenjak seseorang mulai mempelajarinya, maka orang itu mulai diperkenalkan garis besar semua permasalahan yang akan dijumpai dalam al-Quran. Dalam satu riwayat Rasulullah saw pernah bersabda bahwa Surah Al-Fatihah itu merupakan Surah Al-Quran yang terpenting (Bukhari).

Kandungan Surah Al-Fatihah
Surah ini merupakan intisari seluruh ajaran Al-Quran. Secara garis besarnya surah ini meliputi semua masalah yang diuraikan dengan panjang lebar dalam seluruh Al-Quran. Surah ini mulai dengan uraian tentang sifat-sifat Allah yang pokok dan menjadi poros beredarnya sifat-sifat Tuhan lainnya, dan merupakan dasar bekerjanya alam semesta serta dasar perhubungan antara Tuhan dengan manusia. Keempat sifat Tuhan yang pokok tersebut adalah:
1. Rabb (Pencipta, yang Memelihara dan Mengembangkan)
2. Rahman (Yang Maha Pemurah)
3. Rahim (Yang Maha Pengasih-Penyayang)
4. Maliki Yaumid-Din (Yang Mempunyai Hari Pembalasan)

Makna Keempat Sifat Allah SWT
Rabb, Rahman, Rahim dan Maliki Yaumid-Din mengandung arti bahwa sesudah Tuhan menciptakan manusia, maka Tuhan menganugerahinya kemampuan-kemampuan tabi'i (alami) yang terbaik, dan melengkapinya dengan bahan-bahan yang diperlukan untuk kemajuan jasmani, kemasyarakatan, akhlak dan rohani. Selanjutnya Dia memberikan jaminan bahwa usaha dan upaya manusia itu akan diganjar sepenuhnya. Kemudian surah ini mengatakan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah, yakni menyembah Tuhan dan mencapai qurub (kedekatan)-Nya, dan bahwa ia senantiasa memerlukan pertolongan-Nya untuk melaksanakan tujuannya yang agung itu. Disebutkannya keempat sifat Allah SWT tersebut, ternyata diikuti doa lengkap yang di dalamanya sepenuhnya terungkap segala dorongan roh manusia.

Tujuan Doa yang Terkandung dalam Al-Fatihah
Doa itu mengajarkan bahwa manusia senantiasa harus mencari dan memohon pertolongan Tuhan agar Dia melengkapinya dengan sarana-sarana yang diperlukan olehnya untuk mencapai kebahagiaan dalam kehidupan di dunia ini dan di akhirat.Tetapi karena manusia cenderung memperoleh kekuatan dan semangat dari teladan baik wujud-wujud mulia nan agung dari zaman lampau yang telah mencapai tujuan hidup mereka, maka ia diajari untuk mendoa agar Tuhan membuka pula baginya jalan-jalan kemajuan akhlak dan rohani yang tak terbatas seperti telah dibukakan bagi mereka itu. Akhirnya doa itu mengandung peringatan bahwa jangan-jangan sesudah ia dibimbing kapada jalan yang lurus, ia sesat dari jalan itu lalu kehilangan tujuannya dan menjadi asing terhadap Khalik-nya. Ia diajari untuk selalu mawas diri dan senantiasa mencari perlindungan Tuhan terhadap kemungkinan jadi asing terhadap Tuhan. Itulah masalah yang dituangkan dalam beberapa ayat Al-Fatihah dan itulah masalah yang dibahas dengan sepenuhnya dan seluas-luasnya oleh Al-Quran sambil menyebut contoh-contoh yang tiada terbilang banyaknya sebagai petunjuk bagi siapa yang membacanya.

0 komentar:

Poskan Komentar