Orang Pemalu Lebih Dapat Dipercaya?

Anda tidak perlu menutupi muka yang merah karena malu. Sebab studi psikologi terbaru menunjukan kondisi seperti itu justru dipandang sebagai orang yang dapat dipercaya. Demikian kesimpulan tim penelitian dari Universitas California, Berkeley, As, yang melibatkan 60 mahasiswa sebagai responden mereka. Peneliti Robb Willer melakukan serangkaian percobaan memanfaatkan testimonial video, game kepercayaan dan survei untuk mengukur hubungan antara malu dan prososial--atau perilaku positif terhadap orang lain. Menurut Willer, partisipan pemalu dinilai sebagai orang yang dapat dipercaya. Oleh karena itu lanjutnya fisik yang menandai perasaan malu bukanlah sesuatu yang harus dilawan, melainkan bagian yang harus dapat dimanfaatkan.(Sumber: Media Indonesia, no. 11161, 03.10.2011)

0 komentar:

Poskan Komentar