Pelayan yang Tidak Amanah

Hari itu seorang saudagar keramik menerima banyak pesanan dari pembelinya. Ia pun menyuruh semua pelayannya untuk mengantarkan pesanan tersebut. Namun ketika ia sedang merapihkan tokonya, ternyata ada sebuah kendi yang tertinggal. Ia pun bergegas keluar, mencari pelayannya yang masih tersisa. Namun Ia tidak menemukan siapa pun di sana, kecuali tukang kebunnya. Akhirnya karena terpaksa, ia menyuruh si tukang kebun untuk mengantarkan kendi itu ke pemesannya.

Si tukang kebun begitu gembira mendapatkan kepercayaan tersebut. Sepanjang jalan ia tak henti-hentinya bersiul dan bernyanyi. Tiba-tiba kakinya terjerat akar pohon, dan kendi nya pun jatuh menimpa batu. Ia terkejut, kenapa kendinya bisa pecah? Ia merasa tidak memecahkan kendi tersebut. Ia pun mengambil gagang kendi dan membawanya ke rumah si pembeli.

"Mana kendi pesanan saya?" tanya si pembeli.
"Dirampok tuan," jawabnya.
"Dirampok!" kejut si pembeli.
"Benar tuan, tadi majikan saya menyuruh saya mengantarkan kendi milik tuan, namun di tengah jalan kaki saya dijerat akar pohon dan kendinya langsung dirampas oleh si batu. Untung saja saya masih bisa menyelamatkan gagangnya dari perampokan tersebut. Saya yakin, si akar pohon dan si batu itu telah bersekongkol untuk merampok kendi tuan".

(Sumber: catatan ringan dari milis y_awwab@yahoo.com dan http://islam-oke.blogspot.com)

4 komentar:

  1. kayak garing mas...atau gmana ya..

    BalasHapus
  2. mengharukan kiashnya makasih atas sharenya kang

    BalasHapus