Arti Pesan Si Burung

Dalam sangkar emas hidup seeokor burung yang berbulu cantik dan indah. Burung ini milik seorang saudagar kaya raya. Tiap hari burung tersebut dididiknya hingga bisa berbicara. Sang Saudagar selalu mengajaknya berbicara dan senantiasa menanyakan keinginannya apablia ia hendak berpergian. Semua permintaan si burung selalu dikabulkan sang saudagar tersebut, hanya satu yang tidak pernah dikabulkan yaitu bebas dari sangkar emas.

Suatu hari saudagar tersebut hendak pergi berburu ke hutan, sebelum pergi ia mendatangi si burung dan menanyakan oleh-oleh yang akan diingininya setibanya nanti. Si burung pun meminta saudagar untuk mengabarkan teman-temannya di hutan kalau dia masih hidup dan tinggal disangkar emas yang indah. Sang saudagar pun menyetujui permohonan tersebut.

Setibanya di hutan, saudagar langsung mencari tempat berkumpulnya sekawanan burung yang mirip dengan miliknya. Tapi tidak ditemukannya, ia hanya mendapati sekawanan burung asing yang hinggap diatas pohon pinus. Setelah cukup lama berpikir, ia pun memutuskan untuk mengabarkan kabar dari burung peliharaannya kepada burung-burung tersebut, dengan harapan burung-burung tersebut mengabarkan kepada kerabat dari burung peliharaannya, bahwa keadaannya baik.

Namun mendadak seekor burung yang mirip burung miliknya jatuh ke tanah dalam keadaan kaku tak sadarkan diri. Melihat kejadian tersebut sang saudagar menjadi sedih, ia berpikir bahwa burung tersebut mati karena mendengar kabar darinya mengenai saudaranya.

Sang saudagar pun pulang ke rumah dan menyampaikan kabar buruk tersebut kepada burung peliharaannya. Mendengar berita tersebut si burung tiba-tiba terjatuh dari tempat hinggapannya. Sang saudagar kemudian panik, buru-buru dibukanya sangkar emas tersebut dan diambilnya burung itu keluar. Namun tiba-tiba si burung terbang dan hinggap di Jendela. Sang saudagar pun terbengong dibuatnya.

Si burung berkata kepada si saudagar, "Kabar yang kau bawa kepadaku itu merupakan kabar baik, karena kabar itu membawa pesan cara aku melepaskan diri dari kamu dan terbebas dari sangkar ini." Burung itu pun terbang bebas meninggalkan si saudagar.
(Sumber: Kisah-kisah Sufi, Kumpulan Kisah, Nasehat Para Guru Selama Seribu Tahun yang Lampau, karya Idries Shah, (Jakarta: Pustaka Firdaus), cet. IV, hal 33-34)

15 komentar:

  1. Hahaha, burung yang cerdas, mantap nih, harus tetap berkomunikasi dengan semuanya, contohnya aja burung ini, karena komunikasi dengan temannya dia bisa lolos :D

    BalasHapus
  2. wah, kisah yg menginspirasi sob...
    thanks

    BalasHapus
  3. Menarik & positif, Kunjungan malam, have a nice weekend...Follow me back friend..

    BalasHapus
  4. blogwallking :)
    kisahnya bikin terharu :)

    BalasHapus
  5. kisah yg menarik neh kang,, salam blogger

    BalasHapus
  6. Please visit : http://taufiq-tour.blogspot.com/

    BalasHapus
  7. Hehehe,.. Cerita yang cukup menghibur sob :)

    BalasHapus
  8. cerita penuh kiasan yang menarik...teruskan dgn cerita2 baru...tima kasih

    BalasHapus
  9. makna cerita yang saya pahami adalah hewan burung-pun memiliki rasa persaudaraan yang kuat, bila salah seekor dari mereka teraniaya (hidup dalam sangkar) maka burung yang lain ikut merasakan deritanya dan membantu mencarikan solusinya :)
    dan itulah juga yang semestinya terjadi dalam persaudaraan sesama manusia, sesama muslim :)
    terimakasih kawan sudah berbagi kisah yang menarik ini

    BalasHapus