Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 20


 

Nyaris kilat itu menyambar penglihatan mereka, setiap kali kilat menyinari mereka, mereka berjalan di dalamnya; dan apabila gelap meliputi mereka, berhentilah mereka. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka [29]. Sesungguhnya Allah Maka Kuasa atas segala sesuatu [30].


[29] Orang-orang munafik yang dilukiskan sebagai orang-orang lemah iman sangat dekat kepada kehilangan penglihatan. Mereka tidak benar-benar kehilangan mata, tetapi jika mereka berulang-ulang dihadapkan kepada keadaan yang meminta keberanian dan pengorbanan yang dilambangkan dengan petir dan guruh, mereka sangat boleh jadi akah kehilangan matanya (mata imannya). Tetapi kasih sayang Tuhan telah mengatur demikian, sehingga kilat itu tidak selamanya disertai halilintar. Seringkali kilat hanya sekilas cahaya kilau yang menyingkapkan selimut kegelapan dan menolong sang musafir untuk bergerak maju. Manakalah Islam nampaknya mencapai kemajuan, orang-orang munafik mengadakan kerjasama dengan kaum muslimin. Tetapi kalau kilat diikuti guntur atau maksudnya bila keadaan menghendaki pengorbanan jiwa dan harta benda, dunia menjadi gelap bagi mereka; mereka menjadi kehilangan akal lalu berhenti, enggan bergerak maju bersama-sama dengan orang-orang beriman.

[30] Sya'i berarti apa yang dikehendaki dan diingini

(Sumber: Al-Quran dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat, (Terbitan Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1997), Edisi. III, Juz. 1-10, Hal. 29)

0 komentar:

Poskan Komentar